Sabtu, 13 September 2014

MENGEMBANGKAN PRODUK JASA : ELEMEN-ELEMEN INTI DAN TAMBAHAN



v MERENCANAKAN DAN MENCIPTAKAN PRODUK LAYANAN
Semua organisasi jasa menghadapi pilihan berkaitan dengan jenis produk yang ditawarkan dan cara penghantarannya pada pelanggan. Untuk lebih memahami sifat-sifat dasar jasa, akan lebih baik apabila kita membedakan antara produk inti dan elemen tambahan yang mempermudah penggunaan produk inti dan elemen tambahan yang mempermudah penggunaan produk inti dan memperkuat nilainya di mata pelanggan. Mendesain produk  jasa dalah tugas rumit yang membutuhkan pemahaman tentang bagaimana layanan inti dan tambahan harus dikombinasi, disusun, disampaikan, dan dijadwalkan untuk menciptakan proposisi nilai yang memenuhi kebutuhan segmen target.
Produk Jasa
Pemberian layanan itu dialami, bukan dimiliki. Bahkan saat elemen fisik yang terlibat terdapat porsi yang signifikam dari harga yang dibayarkan untuk nilai tambah yang diberikan oleh elemen-elemen layanan,termasuk tenaga ahli dan penggunaan alat-alat khusus. Sebuah produk jasa terdiri dari seluruh elemen pemberian layanan, baik berwujud maupun nirwujud, yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
Merancang Konsep Layanan
Proposisi nilai harus mencakup dan menyatukan tiga komponen :
(1) produk inti, (2) layanan tambahan, dan (3) proses penghantaran.
Produk Inti
Jasa biasanya didefinisikan dengan mengacu pada industri tertentu, contohnya transportasi. Produk inti adalah komponen utama yang memberikan manfaat penyelesaian masalah yang dicari pelanggan. Contohnya, jasa transportasi memberikan solusi kebutuhan seseorang atau benda untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya.
Layanan-Layanan Tambahan
Penghantaran produk inti biasanya dibarengi dengan aktivitas layanan lain yang disebut sebagai layanan tambahan. Layanan ini memberikan tambahan pada produk inti, mempermudah penggunaannya dan memperkuat nilainya bagi keseluruhan pengalaman pelanggan. Menambah layanan tambahan atau meningkatkan level kinerjanya harus dilakukan dengan cara yang dapat meningkatkan persepsi terhadap nilai produk inti dan memungkinkan penyedia layanan mengenakan harga yang lebih tinggi.
Proses Penghantaran
Komponen ketiga dalam merancang konsep layanan berkatan dengan proses yang digunakan untuk menghantarkan produk inti dan seluruh layanan tambahan. Hal yang mengelilingi produk inti adalah berbagai layanan tambahan. Desain dari penawaran jasa harus menjawab isu-isu berikut ini :
·         Cara berbagai komponen jasa dihantarkan kepada pelanggan.
·         Peranan pelanggan dalam proses tersebut.
·         Waktu yang dibutuhkan.
·         Tingkatan dan gaya layanan yang ditawarkan.

v THE FLOWER OF SERVICE
Produk inti seringkali memiliki kesamaan pada elemen layanan tambahan. Terdapat dua macam layanan tambahan : (1) layanan tambahan yang mempermudah, yang dibutuhkan untuk penghantaran layanan atau memberikan bantuan dalam penggunaan produk inti, dan (2) layanan tambahan yang memperkuat, yang menambah nilai bagi pelanggan. Terdapat berbagai layanan tambahan yang dapat diberikan, tapi hampir semuanya diklasifikan ke dalam delapan kelompok yang dapat diidentifikasikan sebagai hal yang memudahkan atau menguatkan. Delapan kelompok itu digambarkan dalam kelopka bunga yang mengelilingi inti yang disebut Flower Of Service.  Analogi Flower Of Service dapat membantu kita memahami kbutuhan terhadap kinerja yang konssten pada seluruh elemen tambahan, sehingga kelemahan pada salah satu elemen tidak merusak kesan secara keseluruhan. Elemen tambahan sering kali merupakan hal yang umum pada beberapa industri.
Layanan Tambahan yang Mempermudah
1.      Informasi
Untuk mendapatkan nilai penuh dari barang atau jasa apa pun, pelanggan membutuhkan informasi yang relevan. Jenis informasinya mulai dari jadwal kereta dan pesawat, hingga ke informasi mengenai layanan dari perusahaan profesional. Pelanggan baru dan calon pelanggan biasanya sangat haus akan informasi. Pelanggan juga menghargai saran mengenai cara untuk mendapatkan nilai terbesar dari sebuah layanan dan bagaimana menghindari permasalahan. Perusahaan harus memastikan bahwa informasi yang mereka berikan tepat waktu dan akurat. Jika tidak, kemungkinan akan membuat pelanggan merasa kesal atau menyebabkan ketidaknyamanan.
Cara tradisional untuk menyediakan informasi ini adalah menggunakan pegawai garis depan, papan informasi, brosur, dan buku petunjuk. Informasi juga dapat diberikan melalui video atau peranti lunak yang berisi tutorial, tampilan layar sentuh, atau melalui situs perusahaan.
2.      Penerimaan-Pesanan
Begitu pelanggan siap membeli, sebuah elemen tambahan utama langsung berperan-menerima pendaftaran, pemesanan, dan reservasi. Penerimaan pesanan meliputi aplikasi, pengisian pesanan, dan reservasi atau check-in. Reservasi mewakili jenis penerimaan pesanan khusus yang mengharuskan pelanggan untuk menuju unit layanan yang spesifik. Pesanan dapat diterima melalui berbagai sumber seperti agen penjuaan, telepon, email, atau secara online. Proses penerimaan pesanan haruslah sopan, cepat, dan akurat sehingga pelanggan tidak membuang-buang waktu dan harus mengalami upaya fisik atau mental yang sebenarnya tidak diperlukan. Teknologi dapat digunakan untuk membuat penerimaan pesanan lebih mudah dan cepat untuk pelanggan maupun penyedia layanan.
3.      Penagihan
Penagihan adalah hal yang umum hampir semua jasa. Tagihan yang tidak akurat, tidak terbaca, atau tidak lengkap memiliki risiko mengecewakan pelanggan yang mungkin, sampai titik ini, telah cukup puas dengan pengalaman mereka, atau lebih buruk lagi, ketidaksempurnaan seperti itu menambah parah situasi jika memang pelanggan sebelumnya sudah merasa tidak puas. Penagihan haruslah tepat waktu, karena hal itu akan menstimulasi pembayaran yang lebih cepat. Pelanggan biasanaya mengharapkan tagihan yang jelas dan informatif dan dirinci sehingga jelas perhitungan jumlahnya.







v BRANDING PRODUK DAN PENGALAMAN JASA
Beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak bisnis jasa yang berbicara tentang produknya hingga muncul sebuah istilah yang diasosiasikan dengan barang manufaktur yaitu “produk dan layanan”. Sebuah istilah juga yang digunakan oleh perusahaan manufaktur yang menekankan layanan. Apa perbedaan antara kedua istilah tersebut dalam lingkungan bisnis saat ini?
Istilah produk mengimplikasikan suatu “kumpulan output” yang terdefinisi dan konsisten serta kemampuan untuk mendeferensiasi suatu kumpulan output satu dengan yang lainnya. Dalam perusahaan manufaktur hal ini sangat mudah dipahami dan dibayangkan namun dalam pemasaran jasa untuk membedakan output dapat dilakukan dengan cara melihat berbagai “model” yang ditawarkan oleh perusahaan manufaktur. Contohnya, restoran akan menawarkan menu yang ditawarkan oleh perusahaannya melalui gambar yang disajikan.
Istilah layanan lebih kepada suatu yang bersifat nirwujud dalam menawarkan produk dan mewakili sekumpulan layanan tambahan penambah nilai yang sudah ditetapkan disekitar produk inti. Contohnya, sebuah universitas yang menawarkan berbagai program sarjana yang berbeda dan setiap program sarjana memiliki penawaran mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan.
Strategi Branding untuk Jasa
Sebagian besar organisasi jasa menawarkan suatu lini produk dan bukan hanya suatu produk. Hasilnya, mereka harus memilih diantara empat alternative baranding yang luas, yaitu:
1.      Branded house
yaitu keadaan dimana perusahaan menggunakan satu merek untuk mencakup seluruh produk dan jasa. Keunggulan dari strategi ini adalah dimana pemasar menjadi lebih focus kepada pengelolaan merek. Kelemahannya adalah merek terentang terlalu jauh dan melemah, selain itu pemasar cenderung kehilangan kemampuan diferensiasi. Contonya, perusahaan Samsung yang menggunakan merek Samsung untuk setiap produknya mulai dari HP,TV, laptop dan lemari es.
2.      House of brand
yaitu keadaan dimana perusahaan menggunakan merek terpisah untuk setiap penawarannya. Keunggulannya adalah dimana setiap merek memiliki target market dan positioning sendiri-sendiri. Contohnya perusahaan Professional Wedding yang memberikan jasa wedding yang memiliki “Ultimate wedding” untuk segmen menengah keatas dan “Happy Wedding” untuk segmen menengah kebawah.
3.      Subbrands
yaitu keadaan dimana merek korporat atau merek master adalah sudut pandangutama tetapi produknya sendiri memiliki sebuah nama yang berbeda. Contohnya, perusahaan Google yang membedakan merek untuk kategori produknya. Untuk e-mail diberi nama “Gmail”, untuk aplikasa handphone diberi nama “GooglePlay”, dan untuk aplikasi maps diberi nama “Google maps”. Merek utama masih melekat pada produk yaitu Google.
4.      Endorsed brands
yaitu keadaan dimana merek produklah yang mendominasi tetapi merek korporat masih ditampilakan. Contohnya, Hilton hotels corporations.

Menyusun Tingkatan Produk Jasa dengan Branding
Tingkatan jasa (service tiering) adalah penggunaan branding untuk mendiferensiasikan tingkat layanan, kelas harga, dan tingkat kinerja layanan. Hal ini dapat dilihat dalam bisnis perhotelan, maskapai penerbangan, layanan penyewaan mobil, dan layan dukungan peranti lunak dank eras untuk computer.
Dalam industry perhotelan masing-masing paket memiliki tingkatan harga dan kualitas layanan yang berbeda contohnya untuk layanan wedding paket dan family paket pasti berbeda dan harga yang ditawarkan pun berbeda. Dalam industry penyewaan mobil, ukuran dan jenis mobil membentuk dasar dari tingkatan. Dalam industry penerbangan masing-masing seat penumpang embentuk tingkatan produk jasa yang ditawarkan.

Menawarkan Pengalaman Bermerek
Merek dapat diterapkan ditingkat korporat dan produk pada hamper seluruh bisnis jasa. Menerapkan merek yang berbeda pada produk individual memungkinkan perusahaan untuk mengkomunikasikan kepada target pasar pengalaman dan manfaat yang berbeda yang dapat diasosiasikan dengan konsep lyanan yang spesifik. Singkatnya, hal ini membantu pemasar untuk menetapkan gambaran mental dari sebuah layanan didalam benak pelanggan dan untuk menjelaskan sifat proposisis nilai.

v PENGEMBANGAN LAYANAN BARU
Hierarki Kategori Layanan Baru
Terdapat beberapa cara inovasi yang berbedabagipenyedialayanan. Dibawah ini adalah tujuh kategori layanan baru, mulai dari perubahan gaya sederhana sampai ke inovasi besar.
1.      Perubahan gaya mewakili jenis inovasi yang paling sederhana, biasanya tidak ada perubahan dalam proses atau kinerja. Tetapi mereka sering kali lebih terlihat, menciptakan kegembiraan, dan mungkin memotivas ipegawai.
2.      Peningkatan layanan adalah inovasi yang paling umum. Mereka meliputi perubahan pada kinerja produk yang sudah ada, termasuk peningkatan pada produk inti maupun layanan tambahan.
3.      Inovasi layanan tambahan mengambil bentuk penambahan fasilitas baru atau peningkatan elemen layanan kepada produk inti yang sudah ada atau meningkatkan layanan tambahan yang sudah ada dengan signifikan.
4.      Perpanjangan lini proses tidak seinovatif proses tapi sering kali memberikan cara berbeda untuk penyampaian produk yang sudah ada, baik dengan menawarkan cara yang lebih nyaman dan pengalaman berbeda bagi pelanggan atau untuk menarik pelanggan baru yang mengganggap pendekatan tradisional tidak menarik. Ini berkaitan dengan penambahan saluran distribusi kontak-rendah kepada saluran kontak-tinggi yang sudah ada, seperti menciptakan layanan perbankan melalui telepon atau internet.
5.      Perpanjangan lini produk adalah penambahan pada lini produk perusahaan. Layanan baru ini mungkin menyasar pelanggan yang sudah ada untuk melayani rentang kebutuhan yang luas atau didesain untuk menarik pelanggan baru dengan kebutuhan yang berbeda (atau keduanya).
6.      Inovasi proses utama mencakup penggunaan proses baru untuk memberikan produk inti yang sudah ada dengan cara baru dengan manfaat tambahan.
7.      Inovasi layanan utama mencakup produk inti baru untuk pasar yang sebelumnya belum terdefinisi. Hal ini biasanya mencakup karakteristik layanan yang baru dan perubahan proses secara radikal.
Rekayasa Ulang Proses Pelayanan
Rekayasa ulang meliputi analisis dan proses redesain untuk mencapai kinerja yang lebih cepat dan lebih baik. Untuk mengurangi waktu proses keseluruhan, analisis-analisis harus mengidentifikasi mempercepatnya (atau bahkan menghilangkannya sama sekali) dan memotong jeda waktu. Melakukan pekerjaan secara paralel dan bukan bertahap adalah pendekatan yang mapan untuk mempercepat proses.
Barang-barang Fisik sebagai Sumber Ide Jasa Baru
Barang dan jasa bisa menjadi substitusi yang kompetitif jika mereka menawarkan manfaat yang sama. Keputusan seperti ini mungkin dibentuk oleh keahlian pelanggan, kemampuan fisik dan anggaran waktu, serta oleh faktor seperti harga pembelian (termasuk biaya operasi) dan upah jasa, tempat untuk menyimpan barang yang dibeli, serta frekuensi kebutuhan yang diantisipasi.
Produk fisik baru apa pun memiliki potensi untuk menciptakan kebutuhan bagi jasa proses kepemilikan yang terkait (khususnya jika produk itu adalah benda yang memiliki nilai tinggi dan tahan lama).
Menggunakan Riset dalam Mendesain Layanan Baru
Jika sebuah perusahaan mendesain layanan baru dari awal, tentu saja perusahaan harus mencari tahu fitur dan harga yang menciptakan nilai terbaik bagi pelanggan yang ditarget dengan bertanya pada pelanggan. Itulah yang dibutuhkan untuk riset.
Konsep layanan baru ini memenuhi suatu celah di pasar dengan sebuah produk yang mewakili keseimbangan terbaik antara harga yang rela dibayar pelanggan dan fitur fisik serta jasa yang mereka inginkan.
Meraih Sukses dalam Pengembangan Layanan Baru
Studi oleh Scott Edgettdan Steven Parkinson menemukan bahwa ketiga faktor yang memiliki kontribusi paling besar terhadap kesuksesan adalah :
1.      Sinergi pasar
Produk baru cocok dengan citra perusahaan yang telah ada, memberikan keunggulan superior terhadap produk pesaing dalam hal memenuhi kebutuhan hal yang diketahui pelanggan, dan menerima dukungan yang kuat selama dan setelah peluncurannya oleh perusahaan dan cabangnya.
2.      Faktor organisasi
Ada kerjasama dan koordinasi interfungsional yang kuat, pengembangan personel yang sadar sepenuhnya akan alasan mereka terlibat dan kepentingan produk baru bagi perusahaan.
3.      Faktor riset pasar
Studi pasar yang rinci dan didesain secara saintifik dilakukan pada awal proses pengembangan dengan ide yang jelas mengenai jenis informasi apa yang harus didapatkan.


Kesimpulan

Sebuah produk layanan terdiri dari seluruh elemen kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan, dan halini terdiri dari produk inti yang digabung dengan berbagai elemen layanan tambahan dan proses layanan. Diferensiator lain yang penting adalah cara produk diberikan, yaitu proses pelayanan. Bukan hasil dari proses layanan itu, melainkan cara hasil ini dicapai yang sering memberikan diferensiasi bagi satu penyedia layanan dengan yang lainnya.
Mendesain produk layanan adalah pekerjaan yang rumit yang membutuhkan pemahaman akan bagaimana produk inti dan layanan tambahan harus digabungkan, disusun, dihantarkan, dan diberi merek untuk memberikan proposisi nilai yang dapat memenuhi kebutuhan target segmen pasar. Untuk melakukan hal ini, kami mendiskusikan “Flower of Service”, strategi branding, dan pengembangan layanan baru sebagai alat kunci bagi pengembangan produk.


Rabu, 12 Maret 2014

12 C New Wave Marketing



Commonly used marketing model disebut dengan Legacy Marketing yang dikoinkan oleh Hermawan Kartajaya. Akan tetapi dengan adanya technology driven change, dari one to many ke many to many, terjadi perubahan dalam model marketing Hermawan Kartajaya. Model baru ini disebut dengan New Wave Marketing. Atau istilah awamnya, dari vertical marketing ke horizontal marketing. Masih susah mengerti? Bayangkan berita di stasiun TV dengan Twitter.
Berita dari stasiun TV bersifat satu arah, di mana penonton adalah receiver. Sedangkan Twitter,everyone could be a broadcaster, and every broadcaster could be receiver. Akhir-akhir ini Twitter malah bekerja lebih cepat dibandingkan berita dari stasiun TV (contohnya lihat artikel saya “Horizontalisasi Berita Gempa” di sini).
Adanya New Wave Marketing bukan serta merta kita meninggalkan Legacy Marketing. Tetap pertahankan Legacy Marketing sebagai framework marketing kita, tetapi mari kita rubah cara yang vertikal menjadi horizontal. New Wave Marketing lebih cocok untuk perusahaan kecil yang tidak mampu menggelontorkan budget besar untuk high impact marketing seperti TV advertisement atau brand activation event. Tapi perusahaan besar pun juga bisa menerapkan model New Wave Marketing ini (MTV, Harley Davidson, adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang dijadikan contoh dalam buku New Wave Marketing).
  • Communitization
ü  Terbentuknya suatu komunitas secara horizontal (dilakukan oleh orang yang setara, bukan oleh perusahaan)
ü  Terdapat kesamaan interest atau values antar anggota komunitas
ü  Apa yang harus dilakukan perusahaan? IDENTIFY THOSE COMMUNITIES or  PIONEERING THE COMMUNITY
ü  Value of community
§       Sarnoff’s law
Value dari suatu broadcast sebanding dengan jumlah penontonnya. Jika jumlah audience = n, maka value = n
Contoh : siaran radio atau televisi. Tidak ada interaksi antar pemirsa.
§  Metcalfe’s network law
Nilai dari suatu komunitas akan proporsional dengan kuadrat dari jumlah anggota komunitas tersebut. Value = n2
Contoh : mengirim email dalam milis. Terjadi interaksi antar anggota milis yang membalas email.
§  Reed’s law
Memanfaatkan jaringan antar komunitas dapat secara eksponensial meningkatkan nilai jaringan tesebut. Value = 2n
Contoh : penyebaran informasi dalam lebih dari satu komunitas yang berbeda karena adanya informasi yang diteruskan oleh anggota suatu komunitas ke komunitasnya yang lain.
Ø  How to communitize?
§  Listening
§  Talking
§  Energizing
§  Helping
  • Confirming
ü  Mengkonfirm komunitas yang akan dijoin
ü  Komunitas akan memberi keputusan apakah anggota baru dapat diterima atau tidak
ü  Criteria
Ø  Relevance : relasi atau kesamaan interest / values antara perusahaan dan komunitas
Jenis relevansi (online) :
§  Intelelectual relevance          :     keterkaitan berdasarkan ekspertise
§  Emotional relevance             :     keterkaitan berdasarkan perjalanan hidup antar anggotanya
§  Spiritual relevance                :     keterkaitan dalam membentuk kehidupan lain

§  Active level : tingkat keaktifan komunitas tersebut
§  Number of community network : berapa banyak jaringan yang dimiliki atau yang potensial bisa terjadi antara suatu komunitas dengan komunitas lainnya.
  • Clarifying
ü  Memperjelas persona atau karakter perusahaan kepada komunitas yang telah diconfirm sebelumnya
ü  Karakter sebuah brand harus diclarify dalam benak konsumen
ü  Persepsi yang diinginkan dalam benak pelanggan harus didukung dengan fakta, bukan dengan slogan belaka
ü  Clarifying merupakan upaya yang lebih tajam dan sifatnya yang kontinu jika dibandingkan dengan positioning. Positioning bisa berubah sepanjang waktu karena adanya pengaruh dari berbagai pihak, oleh karena itu harus dilakukan clarifying.
  • Coding
ü  Mendiferensiasikan merek sampai ke tingkat “DNA”, atau membuat produk sepersonal mungkin sesuai dengan pelanggannya
ü  Contoh : myDNA fragrance àsetiap pelanggan akan mendapatkan wangi parfum sesuai dengan DNA nya. Tidak akan ada wangi parfum yang sama antar satu pelanggan.
ü  Contoh : KFC recipe à DNA dari KFC yang mampu membuatnya berbeda dari another chicken fast food restaurant
Biasanya orang hanya tahu marketing hanya sedangkal “menjual produk” dengan kerangka 4P, yaitu menjual product dengan price menarik, dengan akses yang mencakup place (saluran distribusi) danpromotion (bagaimana cara mengomunikasikannya). Di New Wave Marketing, kita harus memanfaatkan crowd yang ada untuk menciptakan produk, harga, mengaktifkan komunitas sebagai saluran distribusi, bahkan membantu memasarkan dan mengomunikasikan produk tersebut. Dan ingat, marketing bukan hanya sellingSelling hanyalah satu bagian kecil dari 9 elements of Marketing.
  • Co creation
ü  Produk yang dinamis, interaktif, berasal dari multi sumber
ü  Pelanggan terlibat dalam proses pembuatan produk (bisa jadi tercipta produk yang berbeda antar konsumen dengan apa yang ditawarkan produsen), pemisahan komponen suatu produk dari berbagai distributor, pengembangan produk dari komunitas pelanggannya.
  • Currency
ü Harga produk dari co-creation yang fleksibel, bukan suatu harga yang tetap tergantung berbagai faktor
ü Pelanggan juga memiliki kekuatan untuk menentukan seberapa besar nilai yang harus dibayarnya untuk sebuah co-creation

  • Communal activation
ü  Mengaktifkan sebuah komunitas lewat para pemimpin atau aktivis komunitas itu. Orang-orang tersebut adalah orang yang mmapu memasarkan co-creation kepada para anggota komunitas lainnya.
ü  Aktivis tersebut bisa berbicara dengan bahasa komunitas tersebut sehingga akan lebih efektif dan efisien dan lebih dipercaya oleh komunitas daripada peritel. Aktivis juga memahami anxiety dan desire yang ada dalam komunitas sehingga biaya untuk mengelola para aktivis relative kecil.
ü  Perusahaan sulit dianggap netral/tidak punya kepentingan ketika melakukan communitization. Oleh karena itu perusahaan harus bisa meng-engage para aktivis komunitas ini sehingga bisa menjadi “kepanjangan tangan pertama” bagi perusahaan.
  • Conversation
ü  Promosi yang bersifat dua arah, peer to peer, dan many to many.
ü  Terjadi diskusi antara dua pihak yang setara.
ü  Perusahaan harus bisa memancing timbulnya conversation lebih lanjut di antara pelanggan : Demonstrating, involving, empowering
ü  Perusahaan bisa berperan sebagai inisiator dan mengawasi jalannya conversation agar tidak chaos.
  • Commercialization
ü  Penjualan yang bersifat dua arah, terjadi pertukaran value antara perusahaan dan pelanggan. Perusahaan harus berupaya melakukan engagement dengan pelanggan sebagai pihak yang setara. Usahakan terjadi relasi jangka panjang yang berkesinambungan.
Market share sudah didapat. Tapi apakah kita sudah bisa mendapatkan hati pelanggan?
“To win a heart share, do :  character, caring, collaboration”
  • Character
ü  Walaupun kemasannya berganti-ganti, tetapi merek tetap bisa dikenali lewat karakter karena mengandung DNA yang khas
ü  Melibatkan pelanggan untuk membangun karakternya.
  • Caring
ü  Memberikan lebih dari sekedar service, memperhatikan pelanggan sepenuh hati
ü  Keyword : hospital service not hospitality service mind set. Treat the customer as if he/she is a patient in a hospital that could lose his/her life if we don’t give a proper service.

  • Collaboration
ü  Berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk memberikan value kepada pelanggan sehingga lebih kompetitif

ü  Bukan kepemilikan terhadap sumber daya, tetapi akses terhadap sumber daya

Minggu, 19 Agustus 2012

12 Fakta Tentang Otak Manusia












Otak manusia menjadi organ yang paling menarik dan kompleks. Bagaimana tidak, manusia saja bisa berpikir secerdas itu. Akal adalah anugerah yang diberikan Tuhan hanya untuk manusia. Penasaran dengan rahasia di balik kecerdasan otak manusia?


Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang otak:




1. Otak manusia terdiri dari 100 miliar neuron (saraf).



2. Menguap mengirim oksigen ke otak dan kemudian mendinginkannya.



3. 75 persen otak manusia terbuat dari air.



4. Ketika beraktivitas, otak akan menghasilkan kekuatan sekitar 10-23 watt. Tenaga ini bisa dipakai untuk menyalakan lampu lho.



5. Para ilmuwan menemukan bahwa otak perempuan dan laki-laki menunjukkan reaksi berbeda terhadap rasa sakit.



6. Otak manusia adalah organ paling berlemak di tubuh, yang mengandung minimal 60 persen lemak.



7. Otak menggunakan 20 persen total oksigen yang berada di tubuh.



8. Informasi di otak ditransfer sejauh 268 mil per jam. Namun, ketika Anda mabuk, kecepatannya akan melemah.



9. Otak tidak mempunyai reseptor sakit. Maka dari itu, otak tidak pernah merasakan sakit.



10. Otak manusia berhenti tumbuh di usia 18 tahun.



11. Stres menyebabkan penuaan sel, struktur, dan fungsi pada otak.



12. Meskipun otak hanya memiliki berat 2 persen dari tubuh, otak mengonsumsi 20-30 persen kalori di tubuh.




Kecerdasan manusia bersumber dari kemampuan otaknya. Itulah yang membedakan kita dari hewan dan tumbuhan.